Banyuasin

Prioritas Pengendalian Penduduk, Pemkab Banyuasin Gertak Pelayanan KB dan Deklarasi Kabupaten Layak Anak

SUMSELNETMEDIA.COM, TUNGKAL ILIR – Sukses program Keluarga Berencana (KB) dan Kependudukan menjadi salah satu prioritas program Pemkab Banyuasin di bawah pimpinan Bupati Banyuasin H. Askolani, SH, MH. Bertempat di Halaman Kantor Desa Suka Mulia, Kecamatan Tungkal Ilir, Rabu (3/2) digelar Pencanangan Gerakan Serentak (Gertak) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) (Implant / IUD) Kabupaten Banyuasin Tahun 2021 serta deklarasi Kabupaten Layak Anak.

Asisten I Pemkab Banyuasin Hasmi, S.Sos., M.Si mengatakan, pencanangan Gertak Pelayanan KB ini dimaksudkan sebagai kickoff penanganan Pengendalian Penduduk di Kabupaten Banyuasin. Kegiatan ini menjadi prioritas Pemkab Banyuasin dalam mensukseskan salah satu Program unggulan Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera yaitu Banyuasin Sehat.

“Acara ini bertujuan untuk mendukung pelayanan KB sekaligus sebagai tanda dimulainya gerakan pelayanan KB dengan Metode MKJP serentak di 17 Kabupaten Kota se-Sumatera Selatan. dan mendukung kebijakan Kabupaten Layak anak sebagai sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang terintegrasi dan berkelanjutan. Dan juga sesuai dengan Visi misi Banyuasin Bangkit yaitu Banyuasin Sehat,” Jelasnya.

Hasmi berharap para kader Pelayanan KB yang ada di desa dapat terus bersemangat dalam memberikan pelayanan terbaik namun tetap mengedepankan protokol kesehatan. kerjasama ini perlu diwujudkan karena petugas di lapangan masih kurang, maka butuh bantuan bidan desa. Dan dalam Program Bangga Kencana Hasmi juga sepakat bahwa KB tidak untuk melarang atau mencegah kelahiran pada seorang anak, namun lebih ke perencanaan jumlah anak, baik jarak kelahirannya maupun jumlahnya.

“Apalagi seperti kondisi pandemi seperti saat ini ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga lebih banyaknya kegiatan di dalam rumah sehingga dapat memicu sebuah kehamilan. Untuk mencegahnya mari ber-KB, selain itu dengan adanya penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Banyuasin Layak Anak, marilah kita bekerja sama, saling mendukung dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan Kabupaten Banyuasin menuju Kabupaten Layak Anak.”, ujarnya.

Kepala BKKBN Provinsi Sumsel Nopian Andusti, SE., MT mengatakan hari ini merupakan sebuah kesepakatan Kepala Dinas se-Sumatera Selatan untuk melaksanakan gerakan serentak uji coba pelayanan dengan metode MKJP dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) pergerakan BOKB dengan memilih salah satu wilayah yang sulit dijangkau yaitu Tungkal Ilir.

“Kami memilih Tungkal Ilir karena merupakan daerah yang sulit dijangkau melalui transportasi dan waktu dimana masyarakatnya meminta pelayanan KB namun ada sedikit kendala, kami hadir langsung ditengah masyarakat sekaligus ujicoba menggunakan dana DAK untuk membiayai pelayanan metoda MKJP di tahun 2021 ini”, jelasnya.

Lebih lanjut Nopian menjelaskan saat ini BKKBN memiliki tugas yang cukup besar dari Pemerintah Pusat sebagai Ketua dan Koordinator untuk masalah penanganan Stunting di Indonesia hingga kelapisan yang bawah. Sehingga kami meminta seluruh Kepala daerah baik Bupati maupun Wakil Bupati hingga para Camat untuk bersinergi dalam membantu menurunkan Angka Stunting di daerah.

“ kami Juga diminta Presiden sebagai Ketua dan Koordinator dalam membantu penurunan Angka Stunting di Indonesia kami butuh dukungan dari semua pihak untuk bersinergi dalam mensukseskanya, dan kami memiliki salah satu Program pendataan Keluarga By Name By Address seluruh rumah tangga tidak terkecuali metode sensus ini juga untuk mensukseskan Program Bangga Kencana (Program Pembangunan Keluarga Berencana dan Pembangunan Kependudukan”, ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin Hj. Neny Slamet yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, program KB ini dalam upaya antisipasi terjadinya ledakan pertumbuhan penduduk, masuk juga dalam 10 program pokok PKK.

Oleh karena itu Pokja-pokja TP. PKK bersinergi dengan pihak Dinkes dan BKKBN untuk mensosialisasikan program ini, dengan meningkatkan akseptor KB dan juga keberlanjutannya. Tentunya TP. PKK akan siap mendukung dan mengawal, karena hampir seluruh kader TP. PKK adalah pejuang atau akseptor KB bahkan juga seorang bidan.

“Selain dari KB kami juga menghimbau para suami istri untuk berperilaku bersih selama berhubungan intim demi mengurangi adanya Kanker Serviks,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas PPKBP3A Kab. Banyuasin Dra. Yosi Zartini, M.Si Selain pencanangan gerakan serentak pelayanan KB MKJP hari ini juga dilakukan pelayanan orientasi kepada penyuluh KB masalah pendataan keluarga tahun 2021, Disediakan juga pelayanan kontrasepsi jangka panjang berupa implant, kemudian kegiatan pick remaja.

“ kami siapkan implan 200 alat kontrasepsi, ada juga pick remaja itu adalah untuk menaungi remaja-remaja khususnya di Banyuasin agar remaja kita itu lebih kreatif dalam hal ini penundaan usia pernikahan dini karena di Kabupaten Banyuasin masih agak tinggi,” jelasnya

Yosi berharap kegiatan ini juga bisa memberikan dampak positif bagi para remaja yang megikuti kegiatan hari ini bisa mengetahui dan mendapatkan pencerahan apa itu dampak dari pernikahan dini.“ Pencerahan yang kami maksud ialah supaya menjadi Generasi Muda yang berencana, merencanakan kapan ia harus sekolah, merencanakan kapan ia harus menikah dan usia ideal seorang anak perempuan untuk menikah 21 tahun dan laki laki 25 tahun”, tutupnya.

Turut Hadir Kepala BKKBN Provinsi Sumsel Nopian Andusti, SE., MT Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Banyuasin Hj. Neny Tri Haryani Slamet, Kepala Dinas PPKBP3A Dra. Yosi Zartini, M.Si, Camat Tungkal Ilir Yudianto Iwan Kurniawan, S.Sos, Kepala Desa Suka Mulya Sucipto, Kapolsek Tungkal Ilir, Danramil Tungkal Ilir Ketua TP-PKK Kecamatan dan desa, tokoh Agama, dan Tokoh Masyakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *