Pendidikan

Posting Foto Duduk di Bangku Sekolah, Sekda Palembang Dibanjiri Curhat Ortu

SumselNetmedia.com, Palembang – Menjelang akhir tahun, kota Palembang kembali berstatus zona merah penyebaran virus covid 19. Kondisi ini membuat pemerintah daerah akhirnya kembali mempertimbangkan kebijakan belajar tatap muka di sekolah.

Padahal sebelumnya, Kementrian Pendidikan dan kebudayaan juga memberikan lampu hijau atas penerapan belajar di sekolah.

Terdapat beberapa kebijakan yang dikeluarkan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi status penyebaran virus covid 19 di daerah.

Misalnya saja, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pembelajaran tatap muka diperbolehkan namun bukan diwajibkan.

Karena itu, perlu pembahasan bersama antara sekolah, komite sekolah dan orang tua siswa. Pembahasan dilakukan guna mengingatkan bagaimana penerapan protokol kesehetan bisa dijalankan meski pembelajaran belum penuh dilaksanakan secara tatap muka.

Lalu pembelajaran juga masih bisa dilakukan daring dengan membagi proporsi pembelajaran di sekolah dan daring.

Beberapa hari kemarin, Sekda Palembang, Ratu Dewa mengunggah foto saat berada di sekolah  yang sepi. Tidak ada seorang siswa di sekolah tersebut akibat dari pemerintah masih memberlakukan pembelajaran daring atau pembelajaran online dari rumah.

Dengan menggunakan seragam kepegawaian, Sekda menuliskan status di foto : “Lur rindu nn jingok anak2 kito belajar dan bercengkeramah lg dg kawan2 nyo di Sekolah. Rindu jugo antar jemput anak2 kito di Sekolah,” tulis Ratu Dewa.

Meski baru beberapa jam, unggahan foto ini langsung dikomentari oleh pengguna instagram lainnya. Rerata orang tua menaruh curahan hatinya mengenai kerinduan melihat anak-anak belajar

Seperti yang ditulis mery_gresy:

“Iyo pak, palembang sdh zona merah lagi,pecaknyo bkl urung lagi anak2 kito skolah tatap muko januari ini, payo lur ttp patuhi prokes, spy kota palembang kt ni dk zona merah, glk apo anak2 kt kbmnyo online tr.

“Pak kiro Kito efektiv dak sekolah di buka lgi tapi sistemnya 1 kelas 1 ruangan itu jumlah siswa yg tadinya 40 di kurang 20 siswa lalu pakai sift 20 siswa lagi .. sistem belajarnya 4 jam atau 5 jam .. kalau ada PR/tugas kelompok bisa mengerjakan dengan online daring ..2 jam3,” tulis faisal.alamm

Kebutuhan emosional antara guru dan murid itu yg gak digantikan dgn daring,kunjungan guru ke murid2 juga perlu diperhatikan bukan sebatas yg bermasalah saja,tp secara merata.. sbg saran jika diperkenankan utk membuat kelompok kecil sktr 3-5 org utk dikunjungi guru walau hanya sebentar,” stanley_victory.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *